"Ahok, Uus, Iwan Bopeng, Ernest", Berbuat Dulu Minta Maaf Kemudian

Islamedia - Fenomena begitu mudahnya mengucapkan permintaan maaf di media sosial atas kesalahan yang dipebuat saat ini kerap kali dijumpai. Seperti yang belakangan dilakukan oleh Ernest Prakasa yang telah memfitnah Dr Zakir Naik.

Menanggapi permintaan maaf Ernest tersebut, pengamat sosial Eko Setiawan mengungkapkan bahwa seharusnya publik figur melakukan cek dan ricek sebelum melontarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan gejolak publik.

"Seharusnya siapa saja, khususnya public figur berhati-hati dalam melontarkan pernyataan di media sosial" ujar Eko kepada Islamedia, selasa(7/3/2017).

Lebih lanjut Eko memaparkan bahwa seharusnya hal ini bisa diminimalisir jika aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian menindak secara tegas pelaku Fitnah atau ujaran kebencian yang dilakukan para public figure tersebut agar ada efek jera.

Menurut Eko minta maaf itu mudah, namun efek kerusakan yang diakibatkan oleh fitnah itu juga besar. Misal ada nama baik seorang difitnah, kemudian ternyata fitnah tersebut tidak benar, maka rehabilitasi terhadap korban fitnah tak semudah kata "maaf" dari pelaku pemfitnah.

"Jangan sampai permintaan maaf itu dipermainkan kesakralannya dan hanya sebagai modus. Belakangan kita bisa lihat Ahok minta maaf, Uus Minta Maaf, Iwan Bopeng minta maaf, sekarang Ernest minta maaf. Kesanya berbuat dulu kalau salah tinggal minta maaf, beres" Papar Eko.

Eko menambahkan bahwa apa yang dilakukan Ernest ini bukan kali pertama, beberapa tahun lalu juga Ernest pernah menginjak foto Anis Matta yang kala itu menjadi Presiden PKS. Setelah dikecam kader PKS, baru kemudian meminta maaf.[islamedia]